Author : Hafizah Ritonga (2114201036), Tahun : 2025
Abstrak : Stroke merupakan gangguan neurologis akut yang dapat menyebabkan kecacatan jangka panjang. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien pasca stroke adalah depresi, yang dapat memperburuk prognosis dan menghambat proses pemulihan. Derajat keparahan stroke diduga berhubungan erat dengan tingkat keparahan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat stroke dengan status depresi pada pasien pasca stroke di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 32 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Derajat stroke diukur menggunakan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) dan status depresi dinilai dengan Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Mayoritas responden memiliki derajat stroke ringan (50%) dan status depresi sedang (68,8%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara derajat stroke dan status depresi (nilai p = 0,000; p < 0,05). Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara derajat stroke dengan status depresi pada pasien pasca stroke,Derajat stroke yang lebih berat cenderung diikuti dengan tingkat depresi yang lebih tinggi.
Link URL : #Bahasa : Indonesia
Kata Kunci : Derajat Stroke, Status Depresi, Pasien Pasca Stroke, NIHSS, BDI-II
| File | Deskripsi | Format | |
|---|---|---|---|
| COVER.pdf | COVER | ||
| ABSTRAK.pdf | ABSTRAK | ||
| BAB I.pdf | BAB I | ||
| BAB II.pdf | BAB II | ||
| BAB III.pdf | BAB III | ||
| BAB IV.pdf | BAB IV | ||
| BAB V.pdf | BAB V | ||
| DAFTAR PUSTAKAA.pdf | DAFTAR PUSTAKA | ||
| LAMPIRAN.pdf | LAMPIRAN |